15 Oktober 2020   10:44 WIB

Sosialisasi Patuh Prokes Melalui Media Wayang Kulit

Sosialisasi Patuh Prokes Melalui Media Wayang Kulit

Sosialisasi Patuh Prokes Melalui Media Wayang Kulit

Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) bekerjasama dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Blora menggelar pertunjukan wayang kulit di pendopo rumah dinas bupati Blora, Kamis (3/9/2020).

Kali ini, menampilkan dalang Blora Ki Sujiarto dari Dukuh Gusten, Desa Jepangrejo, Kecamata Blora dengan membawakan cerita Indraparstha Binabar. Pertunjukan wayang kulit disiarkan langsung melalui radio streaming Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Gagak Rimang Blora.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Kabupaten Blora Solichan Mochtar, SH, AP mengatakan selain untuk melestarikan seni budaya wayang kulit, pertunjukan kali ini diharapkan menjadi pemantik bagi generasi muda Blora supaya mau belajar atau mengapresiasi seni pedalangan.

“Pertunjukan kali ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Sebelum digunakan, gamelan disemprot disinfektan terlebih dahulu. Penonton juga dibatasi. Disediakan masker, tempat cuci tangan dan jarak tempat duduk juga diatur,” terang Solichan Mochtar, SH, AP dalam sambutannya mewakili Kepala Dinporabudpar Blora Slamet Pamuji, SH, M.Hum.

Selain itu, dalam pertunjukan wayang kulit kali ini sebagai media sosialisasi Instruksi Presiden (Inpres) No.06 Tahun 2020 dan diperkuat dengan Peraturan Bupati Blora No.55 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

“Dalam hal itu telah diatur sanksi baik perorangan atau pun badan usaha. Oleh karena itu mari benar-benar ditaati protokoler pencegahan Covid-19,” ungkapnya.

Sanksi untuk perorangan, tambahnya, yaitu teguran lisan, tertulis, mencegah masuk lokasi yang dituju, dan denda administrasi atau diganti dengan kegiatan sosial. Begitu juga dengan badan usaha, harus mentaati protokoler kesehatan pencegahan Covid-19.

“Seniman, juga harus menjadi pelopor patuh protokol kesehatan,” ucapnya.

Pertunjukan dimulai setelah diserahkan tokoh wayang Brotoseno oleh Ketua Pepadi Blora H. Sukarno, SH kepada Ki Sujiarto.

Alunan irama dan tetabuhan gamelan disertai vokal para pesinden mengiringi perjalanan cerita hingga selesai.

Hadir manyaksikan dengn memakai masker, Ki Kwik Hong Siu dalang senior keturunan etnis Tionghoa bersama keluarga dari Jepon  serta sejumlah dalang anggota Pepadi Blora (Dinkominfo Kab. Blora).

 


Info